Selasa, 31 Agustus 2010

Berarti Kiamat padaku

menghentikan ketukanmu di aortaku
seperti menghentikan waktu dari ketukan dunia?
kau tau mengapa?
sebab telah terlaksana kiamat sugro padaku
sejak kutinggalkan kau dipinggir danau
Dan kau tembangkan lirih sajak manusia tak tau diri
yang ingin menyaksikan tangisanku 1000 tahun lagi :
Ini muka penuh luka
siapa punya?

Kudengar seru menderu
-dalam hatiku-
Apa hanya angin lalu?

Lagu lain pula menggelegar tengah malam buta
Ahh.....!
Segala menebal. segala mengental
segala tak kukenal
Selamat tinggal..!

epilog : Daun waru luruh mencium tanah pemakaman, terinjak rotasi jaman, mati dalam pelukan bumi.
sesuai resep dokter, memori tersebut kumasukkan dalam kapsul, kutonton 3x sehari dalam pensieve dumbledore

Kamis, 26 Agustus 2010

Tanpa Alasan

Aku Memikirkanmu,merindukanmu...

Bukan karena kau malaikat,

Maka aku tidak akan berpaling

Ketika sayapmu patah...

Aku menginginkanmu,

Bukan karena kau putih

Maka aku tidak akan beranjak

Ketika sucimu ternoda...
atau putihmu mulai memudar

Aku membutuhkanmu,

Bukan karena kau matahari

Maka aku tidak akan terlelap,

Ketika terangmu terbenam

Aku menyayangimu,

Bukan karena satu dan seribu

Maka tidak ada alasan untuk

meninggalkanmu...

Sekalipun kau menjadi kosong...


by Sapardi Djoko Damono

Sejumput Kata untukmu, Ibu

Pada sejumput kata ,
kutitipkan rindu untukmu Ibu
walau pilu tak lagi memburaikan air mata
dan resah tak lagi menyesakkan dada .
Pada sejumput kata,
kutitipkan tanya padamu Ibu
adakah nanar dalam hidupmu kini ?
masih adakah dian dalam redupmu kini ?
masih adakah gelora dalam asamu kini ?
Hidup takkan bermakna tanpa drama, ibu
seperti halnya puisi tanpa kata kata
ataupun bilangan tanpa angka angka
atau bahkan panorama tanpa warna
hitam,… putih,…
hijau,… kuning,…
biru,… ataupun ungu jalan hidupmu
tak usah diratapi
karena tidak ada sesuatupun yang pasti
terangkan redupmu,
gelorakan asamu ……
Ibu
Pada sejumput kata,
kutitipkan bunga untukmu Ibu

Ricordandovi

lorong2 ini qtempuh dgn ksabaran
seekor burung menafsirkan pergantian musim
suaramu yang tegas menghilang dibalik hutan
ktika hti menua dan gelap kian nyata
aku terlunta bertahun-tahun. Tubuhq mengepulkn
keperihan dr luka detak jantung

aku kni prempuan yg gairah menyurukkan kening
di pasir hingga tumbuh rerumputan dr kehangatan
airmata. Tangisan ini qpersembahkn
sbagai korban utk merangkai tangga istanamu
Dan krna airmata bgtu cpt kering
tlh qbenamkan kedua kaki dilautanmu
bukti bahwa tak akan prnh qselesaikan tangisanq