lorong2 ini qtempuh dgn ksabaran
seekor burung menafsirkan pergantian musim
suaramu yang tegas menghilang dibalik hutan
ktika hti menua dan gelap kian nyata
aku terlunta bertahun-tahun. Tubuhq mengepulkn
keperihan dr luka detak jantung
aku kni prempuan yg gairah menyurukkan kening
di pasir hingga tumbuh rerumputan dr kehangatan
airmata. Tangisan ini qpersembahkn
sbagai korban utk merangkai tangga istanamu
Dan krna airmata bgtu cpt kering
tlh qbenamkan kedua kaki dilautanmu
bukti bahwa tak akan prnh qselesaikan tangisanq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar